Khutbah Jumat Singkat: Takutlah, Jangan Merasa Aman dari Azab Allah!

Azab Lautan Petir dan Ombak yang Mencekam

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا. يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا

أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مَحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٍ

Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Seumpama kita melakukan pelanggaran pada saat berkendara, entah itu tidak mengenakan helm, atau tidak membawa SIM dan STNK, atau melintas di jalan yang tidak seharusnya, atau pelanggaran yang lainnya, kemudian kita melihat ada gerombolan polisi yang sedang melakukan operasi penertiban maka bagaimana respons kita?

Umumnya kita pasti merasa takut,, takut ditilang atau minimal ditegur. Sehingga biasanya kita akan memutar balik dan berusaha menghindari gerombolan polisi tersebut agar tidak terkena tilang.

Nah, – jamaah sekalian,,, – rasa takut yang timbul dari melanggar aturan ini adalah hal yang wajar. Menghindar dari apa yang kita takuti ini juga hal yang wajar. Sebab, kita tidak ingin terkena hukuman akibat melakukan sebuah pelanggaran, atau setidaknya kita tidak ingin dinilai buruk oleh orang lain.

Namun, jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Pada saat yang sama,, yaitu pada saat kita merasa takut tatkala melanggar aturan manusia, kita justru sering kali tidak merasa takut saat melanggar aturan Allah...

Pada saat kita takut pelanggaran kita diketahui oleh manusia, kita justru sering kali tidak merasa takut pelanggaran kita diketahui oleh Allah yang Maha Melihat lagi Maha Mengetahui...

Pada saat kita takut dengan hukuman manusia yang sangat lemah, kita justru sering kali tidak merasa takut dengan beratnya hukuman dari Allah...

Pada saat kita takut orang lain menilai buruk tentang diri kita, kita justru tidak takut Allah menilai buruk tentang diri kita...

Padahal, وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخۡشَىٰهُ Allah adalah Tuhan yang lebih berhak kita takuti meskipun tidak ada sepasang mata pun yang melihat pelanggaran kita kecuali Allah.

Sebab, Dia adalah Tuhan yang سَمِيعٌ عَلِيمٞ Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dia adalah Tuhan Yang ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُ Maha Hidup dan Maha terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia adalah Tuhan yang لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞ tidak pernah mengantuk apalagi tertidur. Dia adalah Tuhan yang بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ Maha Mengawasi atas apa yang kita kerjakan. Dia adalah Tuhan yang عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ Maha Mengetahui bahkan apa yang terbesit di dalam hati kita. Dan Allah itu شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ sangat berat siksaan-Nya.

Namun, sering kali kita tidak merasa takut kepada Allah ketika bermaksiat ataupun melakukan pelanggaran. Kita lebih sering takut dengan manusia yang tak luput dari kelalaian, mengantuk, dan juga tertidur. Kita lebih sering takut dengan hukuman manusia yang lemah dan sering kali jauh dari keadilan.

Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Sebagai introspeksi untuk diri kita, mari kita belajar dari kisah kaum Nabi Nuh yang telah diperingatkan berkali-kali oleh Nabinya tatkala mereka terus-menerus melakukan pelanggaran. Ketika Nabi Nuh berkata kepada kaumnya:

أَلَا تَتَّقُونَ ١٠٦

“Mengapa kamu tidak bertakwa (takut kepada Allah)?”

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 106]

Maka mereka tidak memedulikan peringatan tersebut. Mereka terus menerus berbuat kesirikan dan pelanggaran tanpa rasa takut kepada Allah sedikit pun. Mereka mengira bahwa azab Allah tidak akan pernah turun karena nyatanya tidak terjadi apa pun saat mereka melanggar aturan Allah. Mereka tidak sadar, ternyata Allah menunggu momen yang tepat untuk menurunkan azab-Nya. Hingga pada saat momen yang tepat itu telah tiba maka Allah tenggelamkan mereka dengan banjir yang sangat dahsyat. Dikisahkan dalam Al-Quran:

فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ١١ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ قَدۡ قُدِرَ ١٢

11. Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

12. Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.

[QS. Al-Qamar (54): 11-12]

Kemudian, pada saat air itu meluap dan meninggi hingga menenggelamkan seluruh permukaan bumi, maka:

ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ ١٢٠

Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa (tidak beriman) setelah itu.

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 120]

Dari kisah ini – jamaah sekalian,,, – kita belajar bahwa salah satu akibat seseorang tidak takut kepada Allah adalah semakin berani melakukan pelanggaran. Apalagi jika tidak terjadi hal buruk apa pun pada dirinya maka ia akan semakin terus-menerus mengerjakan pelanggaran tersebut tanpa rasa takut dan bersalah sedikit pun.

Kabar buruknya, terkadang Allah tidak langsung memperingatkan ataupun menghukumnya secara langsung. Adakalanya Allah menunggu momen yang tepat untuk menurunkan azab-Nya.

Atau bahkan yang lebih mengerikan, Allah akan membiarkannya terus-menerus dalam pelanggaran semasa di dunia sehingga hukuman tersebut akan diakumulasi di akhirat kelak. Inilah yang dinamakan dengan istidrāj, yaitu kondisi di mana seseorang terus-menerus melanggar aturan Allah namun tak terjadi hal buruk apa pun pada dirinya. Padahal di balik itu, Allah sedang mempersiapkan azab yang pedih baginya di akhirat kelak. Wal-‘iyādżu billāh.

Oleh karena itu, Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Takutlah kepada Allah..!! Takutlah kepada Allah..!! Takutlah kepada Allah..!! Dan jangan pernah merasa aman dari azab-Nya..!

Jika kita takut kepada Allah maka rasa takut itulah yang akan menahan hawa nafsu kita dari pelanggaran meskipun tidak ada seorang pun yang melihatnya kecuali Allah. Rasa takut itulah yang membuat kita bertobat kembali kepada-Nya pada saat kita terjatuh dalam pelanggaran sehingga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan tidak jadi menurunkan hukuman dan azab-Nya. Bahkan kabar gembiranya, rasa takut yang seperti itulah yang membuat kita masuk ke dalam surga dengan segala kemewahannya. Allah subḥānahu wata’āla berfirman:

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

40. Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

41. sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).

[QS. An-Nāzi’āt (79): 40-41]

Disebutkan dalam ayat yang lain bahwa Allah subḥānahu wata’āla berfirman:

وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ ٤٦

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.

[QS. Ar-Raḥmān (55): 46]

Dan yang dimaksud dua surga di sini adalah dua surga dengan segala kemewahannya. Sebagaimana sabda Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wasallam:

جَنَّتَانِ ‌مِنْ ‌فِضَّةٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا

Dua surga (bagi orang yang takut kepada keagungan Tuhannya) terdiri dari perak, baik wadah-wadahnya maupun apa yang ada di dalamnya. Dan dua surga yang terdiri dari emas, baik wadah-wadahnya maupun apa yang ada di dalamnya.

[HR. Bukhari no. 4878]

Demikianlah khutbah singkat ini saya sampaikan, semoga Allah anugerahkan kepada kita rasa takut akan murka dan azab-Nya. Semoga di akhirat kelak kita termasuk hamba-Nya yang diridai-Nya dan menjadi penghuni surga karena rasa takut kita kepada-Nya.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ، وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ، أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

رَبَّنَا ‌هَبۡ ‌لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَآ ءَاتِنَا ‌فِي ‌ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللَّهِ، إنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Catatan:

Jika Anda ingin menyalin khotbah ini ke microsoft word untuk dicetak, Anda harus mendownload dan menginstall font KFGQPC HAFS Uthmanic Script agar teks Al-Quran dapat terbaca.