Naskah Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا. يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا
أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مَحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٍ
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .
Kapankah terakhir kali Anda membaca Al-Quran? Apakah barusan sebelum khutbah dimulai? Apakah tadi pagi? Apakah kemarin malam? Ataukah sepekan yang lalu? Ataukah sebulan yang lalu? Atau bahkan sangking jarangnya Anda membaca Al-Quran, sampai-sampai Anda lupa kapan terakhir kali membaca Al-Quran?
Ada sebuah fakta yang menyedihkan, – jamaah sekalian,,, – yaitu pernah suatu ketika saya bertanya kepada orang-orang secara acak dengan pertanyaan tersebut, ternyata saya mendapati sebagian mereka menjawab bahwa terakhir kali membaca Al-Quran di bulan Ramadan. Sebagian lainnya tidak tahu kapan terakhir kali membaca Al-Quran karena saking jarangnya menyentuh mushaf Al-Quran. Bahkan, ada yang menjawab tidak pernah membaca karena memang tidak bisa membaca Al-Quran. Subhanallah!
Tentu saja ini adalah fakta yang sangat menyedihkan! Bagaimana tidak...? Kita sebagai umat Islam tentu meyakini bahwa Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan untuk dijadikan pedoman dan petunjuk dalam setiap langkah kehidupan kita.
Bahkan, memang sudah seharusnya kita jadikan membaca Al-Quran ini sebagai amalan yang menjadi amalan rutinitas harian kita. Sebab, bagaimana mungkin kita bisa mengetahui arah dan tujuan hidup kita tanpa membaca Al-Quran serta memahaminya? Bagaimana mungkin kita bisa melangkah ke arah yang diridai oleh Allah tanpa kita mengikuti arahan-arahan dan petunjuk-petunjuk dari Al-Quran? Jawabannya tentu saja tidak mungkin!
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .
Setiap kita tentu menginginkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia maupun akhirat.
Setiap kita pasti menginginkan rida dan surga-Nya serta selamat dari siksa neraka.
Namun anehnya, kita justru jarang membaca Al-Quran...
Kita jarang merenungkannya...
Kita lebih suka bermain game...
Kita lebih suka scrolling sosmed...
Kita lebih suka membaca berita online dari pada membaca berita dari Allah, yaitu Al-Quran.
Padahal, kunci dan langkah-langkah menuju kebahagiaan dan keselamatan semuanya sudah termaktub di dalam Al-Quran. Petunjuk jalan menuju surga dan selamat dari neraka juga semuanya sudah ditunjukkan oleh Allah di dalam Al-Quran.
Maka wajar jika hidup kita sempit dan sumpek,, jauh dari kebahagiaan dan juga ketenangan. Penyebabnya adalah karena kita jauh dari Al-Quran. Sebagaimana firman Allah subḥānahū wa ta‘ālā:
وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا
Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku (Al-Quran), maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.
[QS. Ṭhāhā ayat 124]
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .
Mari kita renungkan sebuah perbandingan: Jika ada notifikasi pesan di smartphone kita, apa yang kita lakukan? Tentu kita akan membukanya. Apalagi pesan tersebut berasal dari seorang yang kita cintai atau orang yang sangat penting bagi kita. Pasti kita akan membacanya secepat mungkin.
Namun, bagaimana dengan Al-Quran?
Bukankah Al-Quran ini sebenarnya adalah pesan dari Allah?
Tapi mengapa kita justru mengabaikan pesan tersebut?
Ataukah jangan-jangan pesan dari Allah itu bukanlah pesan yang penting bagi kita?
Ataukah jangan-jangan pesan dari Allah bukanlah pesan yang pantas kita rindukan untuk kita baca setiap hari?
Sungguh realita yang sangat menyedihkan! Bagaimana mungkin pesan dari Allah bisa kalah menarik dari sebuah notifikasi pesan di layar HP kita?
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .
Jika kita bandingkan kedekatan orang-orang saleh terdahulu bersama Al-Quran maka akan kita dapati bahwa kedekatan mereka dengan Al-Quran sama persis dengan kedekatan kita dengan HP kita pada hari ini. Bagi mereka ayat-ayat Al-Quran itu adalah pesan-pesan cinta dari Tuhan mereka. Maka wajar jika setiap malam mereka begitu rindu untuk membaca dan merenungkannya. Al-Ḥasan Al-Baṣhri mengatakan :
إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَأَوْا الْقُرْآنَ رَسَائِلَ مِنْ رَبِّهِمْ فَكَانُوا يَتَدَبَّرُوْنَهَا بالليل ويَتَفَقَّدُوْنَهَا في النهار
Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menganggap Al-Quran adalah pesan-pesan dari Tuhan mereka. Mereka membaca dan merenungkannya pada malam hari dan mengamalkannya di siang hari.
[At-Tibyān fi Adabi Ḥamalatil-Qurān]
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .
Jika untuk urusan dunia saja kita begitu sigap membaca pesan di layar HP kita, lalu bagaimana dengan urusan akhirat? Ingatlah bahwa akan tiba saatnya kita berdiri menghadap Allah di hari kiamat kelak...!
Akan tiba saatnya Allah bertanya kepada kita: Mengapa engkau melakukan dosa ini? Mengapa engkau melakukan dosa itu?
Hingga akhirnya,, tubuh kita bergetar hebat penuh dengan ketakutan karena banyaknya dosa-dosa yang pernah kita lakukan...!
Maka dari itu, hanya satu yang kita butuhkan pada hari itu: yaitu syafaat (pertolongan) agar kita selamat dari azab Allah.
Lantas? Dari manakah syafaat tersebut bisa kita peroleh? Tentu, salah satunya adalah dari Al-Quran. Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda :
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Bacalah Al-Quran! Sesungguhnya ia datang di hari kiamat sebagai syafaat (penolong) bagi pembacanya.
[HR. Muslim no. 804]
Disebutkan juga dalam hadis yang lain bahwa Al-Quran akan meminta izin kepada Allah untuk memberikan syafaat kepada pembacanya. Al-Quran berkata :
مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ
(Wahai Tuhanku) aku telah membuatnya tidak tidur di malam hari (karena membaca dan merenungkanku). Maka, izinkanlah aku untuk memberinya syafaat.
[HR. Ahmad no. 6626]
Oleh karena itu, Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .
Mulai saat ini, mari kita dekatkan lagi diri kita dengan Al-Quran...
Pada saat malam nanti sebelum tidur, cobalah ambil dan buka mushaf Al-Quran yang sudah lama tak kita sentuh...
Lalu, bacalah ayat-ayatnya secara tartil dan perlahan...
Baca juga kandungan maknanya...
Lalu, renungkanlah sedalam-dalamnya hingga air mata menetes...
Kemudian, amalkanlah apa yang diperintahkan dan jauhilah apa yang dilarang...
Terakhir, mintalah bimbingan dan hidayah kepada-Nya agar Allah memberikan kekuatan dalam mengamalkan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Sungguh rugi!! Sungguh rugi!! Sungguh rugi bagi siapa saja yang mengingkari dan mengabaikan Al-Quran:
وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ١٢١
Siapa yang ingkar padanya, merekalah orang-orang yang rugi.
[QS. Al-Baqarah ayat 121]
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Naskah Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ، وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ، أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللَّهِ، إنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Catatan:
Jika Anda ingin menyalin khotbah ini ke microsoft word untuk dicetak, Anda harus mendownload dan menginstall font KFGQPC HAFS Uthmanic Script agar teks Al-Quran dapat terbaca.