Khutbah Jumat: Menyedihkan! Al-Quran, Pesan Allah yang Diabaikan

Al-Quran Berdebu Karena Jarang Dibaca

Naskah Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا. يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا

أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مَحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٍ

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .

Jika kita bertanya kepada diri kita sendiri: Kapankah terakhir kali saya membaca Al-Quran? Kira-kira, apa jawaban kita? Apakah barusan sebelum khutbah di mulai? Apakah tadi pagi? Apakah kemarin malam? Ataukah sepekan yang lalu? Atau bahkan sebulan yang lalu? Atau bahkan sangking jauhnya dari Al-Quran, kita sampai lupa kapan terakhir kali membaca Al-Quran?

Kenyataannya, – jamaah sekalian,,, – banyak di antara kita umat Islam yang jauh Al-Quran. Kita jarang membacanya, jarang mempelajarinya, jarang merenungkannya, apalagi mengamalkannya. Fenomena ini sungguh menyedihkan sekaligus mengherankan..!

Bagaimana tidak..?

Kita sebagai umat Islam tentu tahu bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup kita. Kita juga tahu bahwa membaca Al-Quran adalah ibadah yang seharusnya menjadi rutinitas harian kita.

Namun, hanya sedikit di antara kita yang rutin membacanya..
Hanya sedikit di antara kita yang menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari..
Inilah kenyataannya..
Tak heran jika umat Islam sekarang tidak sehebat umat Islam terdahulu. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kita jauh dari Al-Quran.

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .

Setiap kita tentu menginginkan kebahagiaan dan keselamatan baik di dunia ataupun akhirat.

Setiap kita pasti menginginkan rida dan surga-Nya serta selamat dari siksa api neraka.

Namun anehnya, kita justru jarang membaca Al-Quran..
Kita jarang merenungkannya..
Kita lebih suka bermain game..
Kita lebih suka scrolling sosmed..
Kita lebih suka baca berita online dari pada membaca berita dari Allah, yaitu Al-Quran.

Padahal, kunci kebahagiaan dan keselamatan semuanya sudah ada di dalam Al-Quran. Petunjuk jalan menuju surga dan selamat dari neraka juga semuanya sudah ditunjukkan di dalam Al-Quran.

Maka wajar jika hidup kita sempit dan sumpek. Penyebabnya adalah karena kita jauh dari Al-Quran. Sebagaimana firman Allah subḥānahū wa ta‘ālā:

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا

Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku (Al-Quran), maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.

[QS. Ṭhāhā ayat 124]

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .

Mari kita renungkan sebuah perbandingan: Jika ada notifikasi pesan di smartphone kita, apa yang kita lakukan? Tentu kita akan membukanya. Apalagi pesan tersebut berasal dari seorang yang kita cintai atau orang yang sangat penting bagi kita. Pasti kita akan membacanya secepat mungkin.

Namun, bagaimana dengan Al-Quran?
Bukankah Al-Quran adalah pesan dari Allah?
Tapi mengapa kita justru tidak membuka dan membaca pesan tersebut?
Ataukah jangan-jangan pesan dari Allah itu bukanlah pesan yang penting bagi kita?
Ataukah jangan-jangan selama ini kita menganggap Allah bukanlah prioritas di dalam hati kita?
Sungguh realita yang sangat menyedihkan!
Bagaimana mungkin pesan dari Allah bisa kalah menarik dari sebuah notifikasi di layar HP kita?

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .

Lihatlah bagaimana kedekatan para salaf terdahulu bersama Al-Quran. Kedekatan mereka sama persis dengan kedekatan kita terhadap smartphone hari ini. Bagi mereka, Al-Quran itu adalah pesan-pesan dari Tuhan mereka. Al-Ḥasan Al-Baṣhri mengatakan :

إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَأَوْا الْقُرْآنَ رَسَائِلَ ‌مِنْ ‌رَبِّهِمْ فَكَانُوا يَتَدَبَّرُوْنَهَا بالليل ويَتَفَقَّدُوْنَهَا في النهار

Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menganggap Al-Quran adalah surat-surat dari Tuhan mereka. Mereka membaca dan merenunginya pada malam hari dan mengamalkannya di siang hari.

[At-Tibyān fi Adabi Ḥamalatil-Qurān]

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .

Jika untuk urusan dunia saja kita begitu sigap membaca pesan di layar smartphone kita, lalu bagaimana nanti di akhirat? Akan tiba saatnya kita berdiri menghadap Allah di hari kiamat kelak..
Akan tiba saatnya Allah bertanya kepada kita : Mengapa engkau melakukan dosa ini? Mengapa engkau melakukan dosa itu?
Hingga akhirnya,, kita ketakutan karena banyaknya dosa-dosa yang diceritakan oleh Allah..

Maka dari itu, hanya satu yang kita butuhkan pada hari itu: yaitu Syafaat (pertolongan) agar kita selamat dari azab Allah.

Lantas? Dari manakah syafaat tersebut kita peroleh? Tentu, salah satunya adalah dari membaca Al-Quran. Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‌شَفِيعًا ‌لِأَصْحَابِهِ

Bacalah Al-Quran! Sesungguhnya ia datang di hari kiamat sebagai syafaat (penolong) bagi pembacanya.

[HR. Muslim no. 804]

Disebutkan dalam hadis yang lain bahwa Al-Quran akan meminta izin kepada Allah untuk memberikan syafaat kepada pembacanya. Al-Quran berkata :

مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ

(Wahai Tuhanku) aku telah membuatnya tidak tidur di malam hari (karena membaca dan merenungkanku). Maka, izinkanlah aku untuk memberinya syafaat.

[HR. Ahmad no. 6626]

Oleh karena itu, Jamaah kaum muslimin rahimakumullah . . .

Mulai saat ini, mari kita dekatkan lagi diri kita dengan Al-Quran..
Mari kita buka mushaf yang sudah lama tak kita sentuh..
Kemudian bacalah secara tartil dan perlahan..
Bacalah juga kandungan maknanya..
Lalu, renungkanlah sedalam-dalamnya..
Dan yang terakhir, amalkanlah dalam kehidupan sehari-hari..

Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena ingkar alias mengabaikan pesan cinta dari Allah. Sebagaimana firman-Nya:

ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَتۡلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ١٢١

Orang-orang yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah orang-orang yang beriman padanya. Siapa yang ingkar padanya, merekalah orang-orang yang rugi.

[QS. Al-Baqarah ayat 21]

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa membaca, merenungkan, serta mengamalkannya ayat-ayat-Nya.

Demikianlah khutbah singkat ini saya sampaikan,..

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Naskah Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ، وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ، أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

رَبَّنَا ‌هَبۡ ‌لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَآ ءَاتِنَا ‌فِي ‌ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللَّهِ، إنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Catatan:

Jika Anda ingin menyalin khotbah ini ke microsoft word untuk dicetak, Anda harus mendownload dan menginstall font KFGQPC HAFS Uthmanic Script agar teks Al-Quran dapat terbaca.