Naskah Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا. يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا
أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مَحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٍ
Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...
Pada saat kita hendak berbuat maksiat di tempat yang sepi, jauh dari pandangan manusia, pernahkah kita merasa takut karena ada Allah yang Mengawasi?
Banyak dari kita, – jamaah sekalian,,, – pada saat tidak ada pengawasan dari manusia, maka kita lupa akan pengawasan dari Allah subḥānahu wata’āla sehingga akhirnya kita berani berbuat maksiat.
Mungkin ada di antara kita yang pernah diam-diam bermaksiat di kesendirian malam.. entah itu mendatangi tempat-tempat maksiat,, berselancar di situs-situs maksiat,, ataupun yang lainnya..
Atau mungkin ada di antara kita yang pernah diam-diam berbuat curang ataupun berkhianat.. entah itu menyontek saat ujian,, meninggalkan pekerjaan tanpa izin atasan,, ataupun yang lainnya..
Atau mungkin ada di antara kita yang pernah diam-diam mengambil hak orang lain.. entah itu mengambil barang milik orang lain,, atau bahkan korupsi meski dalam jumlah sedikit,, dan lain sebagainya..
Banyak dari kita yang mengira bahwa selama kemaksiatan ataupun kejahatan yang kita lakukan tertutup rapat dari mata manusia, maka semuanya aman.
Padahal, – jamaah sekalian,,, – segala sesuatu yang kita lakukan sesungguhnya diawasi oleh Allah yang Maha Melihat. Bahkan, Allah mengutus Malaikat yang senantiasa mendampingi dan mencatat segala perbuatan kita, yang mana catatan tersebut akan menjadi bukti atas perbuatan kita di hadapan Allah pada hari kiamat kelak.
Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...
Jika kita bertanya,, sebenarnya, apa yang menyebabkan kita begitu mudah berbuat maksiat saat sendirian? Apa yang membuat kita berani berkhianat dan berbuat curang pada saat tidak ada orang yang melihat kita?
Maka jawabannya adalah karena kita belum benar-benar mengenal Allah yang Maha Mengawasi lagi Maha Melihat.
Kita belum sepenuhnya yakin bahwa:
إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا ١
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
[QS. An-Nisā' (4): 1]
Kita belum sepenuhnya yakin bahwa:
وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ١٨
Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-Ḥujurāt (49): 18]
Kita belum sepenuhnya yakin bahwasanya Allah subḥānahu wata’āla itu:
يَعۡلَمُ خَآئِنَةَ ٱلۡأَعۡيُنِ وَمَا تُخۡفِي ٱلصُّدُورُ ١٩
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat (yakni yang melihat yang haram) dan apa yang tersembunyi di dalam dada.
[QS. Ghāfir (40): 19]
Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...
Jika pengawasan manusia saja sanggup membuat kita berpikir ribuan kali untuk bermaksiat, lantas mengapa pengawasan Allah yang Maha Sempurna ini tidak sanggup membuat kita malu dan takut untuk bermaksiat?
Bukankah Allah subḥānahu wata’āla berfirman:
أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ ١٤
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
[QS. Al-‘Alaq (96): 14]
Maka sudah seharusnya tatkala terbersit dalam hati kita untuk berbuat curang,, atau tatkala timbul bisikan untuk berbuat maksiat di dalam kegelapan malam,, atau tatkala ada kesempatan untuk mengambil hak orang lain karena tidak ada saksi, maka ingatlah bahwa Allah subḥānahu wata’āla berfirman:
وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٤
Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al- Ḥadīd (57): 4]
Ingatlah, – jamaah sekalian,,, – manusia bisa kita bohongi! Atasan bisa kita kelabui! Tanda tangan bisa kita palsukan! Laporan bisa kita manipulasi! Pasangan dan keluarga bisa kita tipu! Namun, Allah tidak buta!! Penglihatan-Nya bahkan menembus kegelapan malam serta celah-celah tersembunyi!!
Maka dari itu, kita tidak celah bagi kita untuk bersembunyi di hadapan Allah! Tidak ada celah bagi kita untuk lari dari pengawasan Allah subḥānahu wata’āla!
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخۡفَىٰ عَلَيۡهِ شَيۡءٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ ٥
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula di langit.
[QS. Āli ‘Imrān (3): 5]
Setiap pandangan yang dilihat oleh mata kita, setiap ucapan yang diucapkan oleh lisan kita, setiap suara yang didengarkan oleh telinga kita, setiap huruf yang diketik oleh jemari kita, setiap perbuatan yang diperbuat oleh tangan kita, setiap langkah yang dilangkahkan oleh kaki kita, dan seluruh perbuatan yang dilakukan oleh anggota tubuh kita, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, maka sesungguhnya tidak ada sedikit pun yang terlewat dari pengetahuan Allah! Allah subḥānahu wata’āla berfirman:
وَهُوَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ يَعۡلَمُ سِرَّكُمۡ وَجَهۡرَكُمۡ وَيَعۡلَمُ مَا تَكۡسِبُونَ ٣
Dialah Allah (yang disembah) di langit dan di bumi. Dia mengetahui apa pun yang kamu rahasiakan dan kamu tampakkan serta mengetahui apa pun yang kamu usahakan.
[QS. Al-An’ām (6): 3]
Oleh karena itu, Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...
Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wasallam pernah memberi peringatan yang sangat berharga yaitu:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada!
[HR. Tirmidżi no. 1987]
Bertakwalah kepada Allah meskipun tidak ada sepasang mata pun yang melihat kecuali Allah!
Bertakwalah kepada Allah meskipun tidak ada sepasang telinga pun yang mendengar kecuali Allah!
وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٢٣٣
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-Baqarah (2): 233]
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Naskah Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ، وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ، أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللَّهِ، إنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Catatan:
Jika Anda ingin menyalin khotbah ini ke microsoft word untuk dicetak, Anda harus mendownload dan menginstall font KFGQPC HAFS Uthmanic Script agar teks Al-Quran dapat terbaca.